tweety

tweety

Kamis, 18 November 2010

Kanker

   Sampai detik ini penyakit kanker menjadi ancaman, sementara obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Toh upaya pencegahan terus diusahakan dengan terapi radiasi dan sitostatika. Namun sebagian penderita lebih memilih terapi alternatif. Guna menakar besarnya manfaat dan risiko terapi alternatif, sangat diperlukan pemahaman tentang cara kerja terapi alternatif, termasuk penggunaan suplemen makanan (senyawa antioksidan serta vitamin mineral) dan preparat herbal yang dapat bekerja melawan kanker.
    Berbagai senyawa tertentu seperti alil sulfida dalam bawang putih, kurkumin dalam kunyit, isoflavon dalam kedelai, likofen dalam tomat, polifenol dalam teh hijau, revesratrol dalam kulit buah anggur merah, dan sulforafan dalam brokoli merupakan makanan pencegah kanker. Beberapa vitamin dan mineral juga merupakan antioksidan yang sering dipromosikan untuk pencegahan kanker: beta-kerotin, vitamin C, E, dan selenium. Untuk terapi herbal, ada bermacam tumbuhan yang berdasarkan pengalaman empiris, bisa melawan kanker. Di antaranya benalu (Dendrophtoe petandra), tapak dara (Catharanthus roseus), meniran (Phyllanthus niruri L), kunir putih (Kaempferia rotunda L), tangguh (Pettiveria alliacea) dan jamur maitake (Grifola frondosa). Kanker akan muncul bila DNA sel normal mengalami kerusakan sehingga menyebabkan mutasi genetik. Kalau ini tidak segera dikoreksi, perbanyakan sel yang DNA-nya rusak tersebut potensial menghasilkan sel kanker. Padahal perbanyakan sel dimaksudkan untuk pemulihan sel-sel yang aus atau rusak.Untuk itu berikut tanaman yang telah diteliti sebagai obat tradisional kanker :

TANAMAN YANG DITELITI SEBAGAI
OBAT TRADISIONAL KANKER
Nama tanaman 
Khasiat
Cara kerja
Benalu (a.l.Dendrophtoe petandra)
Inhibitor enzim isomerase yang dihasilkan sel kanker
Menghambat perbanyakan dan penyebarandan keganasankanker.
Kunir putih (Kaempferia rotunda L.)
Imunomodulator, Imunostimulator
Meningkatkan  jumlah limfosit, meningkatkan pembunuh kanker, meningkatkan antibodi spesifik.
Maitake(Grifola frondosa)
Mengandung polisakarida B1-6
Meningkatkan efektifitas sel glukans dalam sistem pertahanan tubuh terhadap kanker, meningkatkan kepekaan sel kanker terhadap sitostatika dan radiasi.
Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Imunomodulator, Imunostimulator
Meningkatkan jumlah limfosit, toksisitas sel pembunuh kanker, dan antibodi spesifik.
Daun tangguh (Petiveria alliacea)
Pembunuh virus
Menghasilkan interferon yang merupakan antibodi alami terhadap virus dan sel kanker.
Tapak dara (Catharanthus roseus)
Mengandung alkaloid vinka (vinkristin, vinblastin)
Mengurangi keganasan sel kanker, menghambat penyebaran dan perbanyakan sel
kanker.

2 komentar: